Kamu mungkin sudah sering dengar kalau menjaga kesehatan mulut tidak cukup hanya
dengan sikat gigi dan rutin berkunjung ke dokter gigi Jakarta Pusat. Obat kumur juga sering
disarankan untuk membantu membersihkan area mulut yang sulit dijangkau. Namun, tahukah
kamu bahwa penggunaan obat kumur yang tidak tepat justru bisa menimbulkan efek samping,
bahkan membahayakan kesehatan mulut? Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui fakta penting
seputar efek samping obat kumur!
Apa Saja Bahan Utama Obat Kumur?
Umumnya, obat kumur yang dijual secara komersial memiliki beberapa bahan utama
seperti:
● antimikrobial untuk membunuh bakteri,
● antiseptik untuk mengatasi bau mulut. Biasanya bahan ini mengandung alkohol,
● fluoride untuk mencegah karang gigi dan gigi berlubang,
● peroksida untuk mencegah dan membersihkan noda pada permukaan gigi, dan
● zat persia untuk memberikan rasa saat berkumur.
Bahan-bahan di atas memang tidak membahayakan, dan tidak semua obat kumur
mengandung bahan-bahan tersebut—terutama obat kumur yang diberikan sesuai resep dokter.
Akan tetapi, pemakaian obat kumur tetap harus sesuai anjuran dosis pemakaian.
Apa Saja Efek Samping yang Bisa Muncul?
Menggunakan obat kumur terlalu sering, tidak sesuai takaran, atau tanpa anjuran
dokter, dapat memberikan beberapa efek samping seperti berikut:
1. Mulut kering
Obat kumur dengan kandungan alkohol tinggi dapat menyebabkan mulut terasa kering.
Pasalnya, alkohol menyerap kelembapan alami dalam rongga mulut, membuat mulut terasa
tidak nyaman dan bahkan meningkatkan risiko bau mulut.
2. Iritasi atau sariawan
Beberapa obat kumur mengandung bahan keras seperti menthol atau eucalyptol. Jika
kamu punya mulut yang sensitif, penggunaan obat kumur bisa menimbulkan rasa perih, iritasi,
atau bahkan sariawan.
3. Lapisan mulut terkikis (deskuamasi)
Apakah kamu pernah merasakan bagian dalam mulut ‘terkelupas’ dan muncul serpihan
putih? Ini tandanya bagian dalam mulut mengalami deskuamasi, atau bahasa ilmiahnya oral
mucosal desquamation. Ini biasanya disebabkan oleh kandungan sodium lauryl sulphate (SLS)
yang ada dalam beberapa obat kumur.
4. Timbul peradangan atau memperparah radang mulut
Alih-alih menyembuhkan, beberapa bahan dalam obat kumur bisa memperparah radang
mulut. Ini biasanya terjadi jika kamu menggunakan obat kumur saat ada luka terbuka atau
infeksi dalam mulut.
5. Timbul reaksi alergi
Tidak semua orang cocok dengan kandungan obat kumur tertentu. Jika setelah
penggunaan kamu merasa mulut gatal, muncul ruam, kemerahan, atau bengkak, segera
hentikan pemakaian dan konsultasikan ke dokter gigi.
Obat kumur sebenarnya bisa menjadi pelengkap yang baik dalam menjaga kesehatan
mulut, selama digunakan dengan cara yang tepat. Mengetahui potensi efek sampingnya penting
agar kamu bisa lebih waspada dan tidak asal pakai. Kalau kamu merasa perlu menggunakan
obat kumur secara rutin, sebaiknya pastikan dulu kandungannya aman buatmu.
Berkonsultasi dengan dokter gigi juga sangat dianjurkan untuk mengetahui perawatan
apa yang cocok denganmu. Apabila kamu butuh konsultasi dengan dokter gigi Jakarta Pusat,
kamu bisa coba kunjungi Nurtura Aesthetic & Wellness, klinik terpercaya yang siap bantu jaga
kesehatan gigimu secara menyeluruh.
Nurtura Aesthetic & Wellness menawarkan berbagai perawatan gigi untuk semua
kebutuhan gigi dan kesehatan mulut. Mulai dari pembersihan karang gigi, penambalan gigi,
perawatan kawat gigi, rontgen gigi, operasi gigi bungsu, dan lainnya. Silakan kunjungi Nurtura
Aesthetic & Wellness di Jalan Johar No. 8, Menteng, Jakarta Pusat.